Make A Wish

Sebentar lagi Dena genap berusia sepuluh tahun. Ibunya pun berencana untuk merayakan ulang tahun anak semata wayangnya itu. Awalnya Dena sempat menolak namun sang ibu terus membujuknya agar mau merayakannya dan mengundang teman-temannya. Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan ibunya agar anaknya mau bersosialisasi dengan teman sebayanya. Selama ini Dena dikenal sebagai anak yang penyendiri dan jarang bergaul. Setiap hari sepulang sekolah hanya dihabiskannya di kamar. Ibunya yang merasa khawatir lalu berkonsultasi dengan guru di sekolahnya yang kemudian menyarankan agar dia mengadakan sebuah pesta kecil  yang bisa membuat Dena merasa dekat dengan teman-temannya. Kebetulan besok adalah hari ulang tahunnya.

Malam itu semua anak-anak sudah berkumpul di rumah kecil milik orang tua Dena. Mereka duduk mengelilingi sebuah meja di ruang tengah dimana sebuah kue ulang tahun berbentuk kepala robot terlihat tersimpan diatasnya. Sedangkan para orang tua berkumpul dan berbincang-bincang di ruang tamu disebelahnya. Di kamar Dena masih enggan untuk keluar walau ibunya sudah beberapa kali memanggilnya. Setelah ibunya datang dan membujuknya barulah Dena mau keluar dari kamar dan menemui teman-temannya.

Sambil menundukkan wajahnya Dena berjalan menuju meja tempat kue ulang tahunnya berada. Sepasang mata kecilnya memandang lekat pada kue ulang tahun yang dihiasi lilin berbentuk angka sepuluh dengan hiasan namanya dibagian bawah kue, tanpa sedikitpun berani menatap teman-temannya. Setelah memberikan beberapa sambutan pendek ibunya kemudian mengajak mereka untuk menyanyikan lagu ulang tahun dan menyuruh Dena bersiap untuk meniup lilin. Dalam sekejap suasana rumah berubah menjadi riuh dengan nyanyian ulang tahun. Namun bukannya terlihat senang, Dena malah terlihat tegang. Wajahnya menyiratkan rasa panik dan ketakutan. Semakin keras nyanyian teman-temannya malah membuat wajahnya pucat pasi. Melihat itu ibunya segera merangkul kedua bahu Dena. Dengan lembut dia meyakinkan Dena bahwa semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu dia takutkan. Kemudian dia menyuruh anaknya itu untuk memejamkan matanya dan membuat sebuah permintaan dalam hatinya lalu kemudian meniup lilin di atas kue ulang tahunnya.

Beberapa menit berlalu Dena masih memejamkan matanya. Teman-temannya yang merasa keheranan mulai berhenti bernyanyi. Semua mata tertuju pada Dena yang berdiri terpaku. Tak lama matanya perlahan terbuka. Pandangan matanya menyapu keseluruh ruangan, memperhatikan satu persatu temannya yang menatapnya keheranan. Ketika pandangannya beralih pada nyala api di atas lilin, dengan satu tarikan nafas panjang ditiupnya lilin tersebut. Disaat yang bersamaan lampu di rumah tersebut seketika mati. Para orang tua yang sedang asyik berbincang merasa terkejut dan segera berusaha mencari sumber cahaya. Mereka menggunakan lampu dari telepon seluler untuk menerangi ruangan. Namun tak lama kemudian lampu kembali menyala membuat mereka bisa bernafas lega. Sebuah jeritan dari ruang tengah membuat mereka tersentak dan seketika bergegas ke arah datangnya suara.

Di ruang tengah nampak ibu Dena terduduk di lantai dengan mata melotot dan mulut menganga tak bersuara. Tangannya nampak tegang menunjuk anak-anak yang bergeletakan di lantai tak bergerak. Semua orang segera dilanda kepanikan. Namun langkah mereka tertahan ketika pandangannya membentur sosok Dena yang masih berdiri membelakangi mereka. Perlahan Dena memutar tubuhnya. Nampak jelas kali ini mata sayu yang biasanya menghiasai wajah murungnya telah berganti dengan tatapan yang berbinar-binar. Senyum lebar menyeruak menghiasai wajahnya. Diambilnya pisau kue lalu dia membuat sebuah irisan kecil di kue ulang tahunnya. Sambil memasukan potongan kue ke dalam mulutnya dia mengatakan hal yang kemudian membuat semua orang tercekat ketakutan. Dia mengaku sangat bahagia di hari ulang tahunnya tersebut karena malaikat benar-benar mengabulkan permintaannya agar menghapus semua teman-temannya yang selama ini selalu bersikap jahat padanya.





- End -

Copyright © / CreepyBaka!

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger