Dear Diary,
Jika ada hari yang paling romantis di dunia, maka itu adalah hari ini! Rian yang kutahu jahil dan cuek, memberiku surprise yang tak terlupakan di hari anniversary kami yang ke-3 tahun. Memberiku bunga mawar yang cantik, kado sepatu yang selalu aku impikan dan akhir sebuah dinner yang sangat romantis. Aku tahu semua orang akan menganggap itu hal yang biasa saja. Tapi tidak jika hal seperti itu dilakukan oleh seorang Rian. Apapun yang dia lakukan selalu menjadi hal yang istimewa! Thanks Bey, never losing your love.
(1 Maret 2018)
Dear Diary,
Hari ini aku tak bisa pergi ke kampus seperti biasa. Mama membawaku ke rumah sakit setelah aku tiba-tiba jatuh pingsan tadi pagi. Padahal hari ini ada mata kuliah Linguistic, pelajaran favoritku. Lagipula sekarang aku merasa baikan, tapi mereka malah melarangku pulang. Katanya aku harus di check ini itu. Menyebalkan! Aku benci bau rumah sakit!
(2 April 2018)
Dear Diary,
Hari ini aku sangat merindukannya. Aku rindu Rian. Rasanya aku tak bisa menghitung berapa lama kami lost contact. Sekarang dia berubah. Tak pernah lagi menghubungiku, apalagi mencariku. Apa dia tidak tahu jika dunia ini terasa sangat sepi tanpa kehadirannya, tanpa canda tawanya. Mungkinkah dia sudah menemukan cinta lain? Tidak! Aku tidak boleh berprasangka buruk tentangnya. Aku akan menemuinya besok.
(3 April 2018)
Dear Diary,
Aku benci hujan! Hujan membuatku kedinginan. Kenapa seharian ini kamu terus datang? Gara-gara kamu aku tidak bisa pergi kemana-mana. Dasar jahat!
(7 April 2018)
Dear Diary,
Dimana Rian? Dia tidak masuk kuliah. Dia juga tidak ada di tempat hangout. Padahal biasanya di waktu senggang dia akan bermain skateboard bersama teman-temannya Ketika dia galau taman adalah tempat terbaik yang menjadi pilihannya. Tapi kenapa sekarang aku tidak menemukannya dimana pun? Lebih aneh lagi teman-temannya tidak ada yang tahu keberadaannya. Apa sih yang mereka lakukan. Sepertinya mereka berusaha menutupi sesuatu. Apa mereka tidak mengerti kalau aku khawatir sama Rian. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Dimana Rian? Dia tidak masuk kuliah. Dia juga tidak ada di tempat hangout. Padahal biasanya di waktu senggang dia akan bermain skateboard bersama teman-temannya Ketika dia galau taman adalah tempat terbaik yang menjadi pilihannya. Tapi kenapa sekarang aku tidak menemukannya dimana pun? Lebih aneh lagi teman-temannya tidak ada yang tahu keberadaannya. Apa sih yang mereka lakukan. Sepertinya mereka berusaha menutupi sesuatu. Apa mereka tidak mengerti kalau aku khawatir sama Rian. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya.
(10 April 2018)
Dear Diary,
Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. Bagaimana bisa dia tidak memberitahuku kalau dia sekarang udah pindah ke kota lain. Padahal aku kan pacarnya. Apa hubungan selama 3 tahun ini tidak ada artinya buat dia? Apa dia sudah tidak peduli lagi padaku? Kenapa dia tega meninggalkanku begitu saja disaat aku sedang benar-benar menyayanginya. Aku butuh dia, aku butuh penjelasan! Besok aku akan menyusulnya. Aku tidak peduli walau mama tidak mengizinkanku. Aku tetap nekat akan pergi!
(13 April 2018)
Dear Diary,
Hari ini perasaanku campur aduk. Sedih namun juga teramat bahagia. Bagaimana tidak, apa yang aku perjuangkan ternyata tidak sia-sia. Kata orang cinta itu penuh pengorbanan, dan aku sekarang percaya. Dengan berbekal informasi yang kudapat dari teman-temannya aku mencari tempat tinggal Rian yang baru. Walau tidak mudah tapi akhirnya aku sampai disana juga. Ternyata dia tinggal di apartemen mewah milik kakaknya yang merupakan seorang musisi. Kamarnya saja ada di lantai 20. Saat kutemui dia sedang melamun sendirian dan, ya Tuhan, dia sangat kurus. Murung dan pucat. Begitu kami bertemu aku segera memeluknya dengan erat. Awalnya dia diam saja, mungkin merasa malu karena telah meninggalkanku. Bahkan ketika kutanya apa alasan dia melakukan itu semua, dia tidak mau menjawab. Namun akhirnya aku mengerti semuanya saat dia berkata bahwa dia pergi bukan untuk melupakanku, namun justru karena tak bisa melupakanku. Karena cintanya yang terlalu besar. Air mataku sampai tak bisa kutahan saat dia mengatakan berulang kali bahwa dia sangat mencintaiku sebelum akhirnya dia melompat keluar dari jendela kamarnya...
Cintalah yang mempertemukan kami. Cinta yang menguatkan kami. Cinta pula yang menyatukan kami. Thanks God, karena sekali lagi telah memberi kami kesempatan untuk bersatu kembali. Kini aku telah menemukan kebahagiaan sejatiku. Selamat tinggal, My Diary. Thanks for everything.
- End -
