Lampu Merah

Sambil menunggu lampu hijau kembali menyala, Syaiful menaikkan resleting jaketnya demi melindungi tubuhnya dari serangan angin malam yang menusuk tulang. Menjadi seorang tukang ojek sudah dijalani Syaiful sejak 2 tahun terakhir untuk menutupi kekurangannya sebagai seorang guru honorer di sebuh sekolah dasar. Namun jika dipikirkan lagi profesi tukang ojek bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi jika dilakukan di malam hari, tantangannya akan terasa semakin berat. Bukan hanya masalah udara malam hari yang mudah membuat seseorang jatuh sakit namun juga sulitnya mendapatkan penumpang. Selain itu di malam hari persentase tingkat kejahatan juga meningkat, sehingga dia harus ekstra waspada dalam memilih penumpang. Namun jika memikirkan keluarganya, anak semata wayangnya yang sedang lucu-lucunya dan sering merengek minta jajan padanya maka semua ketakutan itu rasanya sudah menjadi teman dalam setiap perjalanannya. Tanpa disadari lampu hijau sudah menyala sedari tadi, sebuah mobil truk yang baru muncul di belakang Syaiful berkali-kali memencet klakson dengan tidak sabar membuyarkan lamunannya. Rupanya si pengemudi sudah sangat tidak sabar dan tak ingin terjebak lampu merah. Tersadar dari lamunannya dengan sedikit enggan Syaiful menarik tuas gas segera sebelum lampu lalu lintas berubah kembali merah.

Di malam hari lampu-lampu jalan terlihat lebih indah. Warnanya kuning terang membias menerangi jalan membentuk lingkaran-lingkaran. Syaiful mengendarai sepeda motornya dengan perlahan, berharap rejeki pertamanya datang lebih awal. Benar saja, seorang gadis berambut pendek sebahu nampak berdiri di bahu jalan tepat sebelum tikungan menuju jembatan besar. Dilihat dari pakaiannya nampaknya dia seorang pegawai sebuah minimarket dan mungkin baru menyelesaikan shift sorenya. “Ojek, Neng?” sapa Syaiful sambil menghentikan sepeda motornya. Si gadis tidak segera menjawab melainkan nampak sedikit merenung seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. “Jam segini angkutan umum sudah jarang sekali Neng. Lebih cepat kan naik ojek, tenang nggak mahal koq sama saya mah.” Ujar Syaiful mencoba membujuk. “Tapi kalo nggak mau juga nggak apa-apa Neng, saya nggak bakal maksa.” Tambahnya sambil kembali menyalakan sepeda motornya. Si gadis cepat menghentikan Syaiful ketika dilihatnya dia hendak menjalankan sepeda motornya. “Ya udah deh, Kang, anterin saya ke jalan sekar yah.” Ujar si gadis sambil kemudian menaiki sepeda motor Syaiful. “Alhamdulillah! Siap, Neng.” Syaiful dengan senyum gembira segera menjalankan sepeda motornya. Ketika sepeda motor melewati tikungan dan hampir mendekati jembatan besar, di bahu jalan nampak orang-orang berkerumun sedangkan beberapa sepeda motor nampak berjejer di pinggir jalan. Syaifulpun melambatkan laju sepeda motornya. “Ada apa itu, Kang?” tanya si gadis. Nampaknya dia ikut penasaran melihat kejadian itu. “Kurang tahu, Neng. Kayaknya kecelakaan. Soalnya itu ada ceceran darah di tengah jalan. Belokan ini mah memang rawan kecelakaan, sudah sangat sering kejadian. Sayang saya nggak bisa lihat terhalang banyak orang.” Jawab Syaiful sambil mencoba melihat diantara orang-orang yang berkerumun. “Kalau gitu hati-hati kang bawa sepeda motornya, jangan ngebut yang penting selamat sampai tujuan.” Ujar si gadis. Syaiful hanya mengiyakan ucapan si gadis dengan anggukan kepala.

Tak banyak percakapan selama perjalanan, keduanya lebih sering sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai kemudian mereka berhenti di sebuah perempatan lampu merah, disaat yang bersamaan di sebelah mereka berhenti pula sebuah sepeda motor yang dikendarai berboncengan oleh dua orang pria. “Kasihan ya, Din. Lagi-lagi tikungan maut itu memakan korban.” Ujar si pengemudi motor. “Iya, Sep. Mungkin si korban ngelamun kecapekan sepulang kerja jadi nyebrang nggak nengok kanan kiri. Pelaku tabrak larinya juga nggak mau tanggung jawab dan malah kabur! Kasihan, padahal kalau dia lebih waspada kan mungkin sekarang dia selamat bahkan mungkin aja dikemudian hari berjodoh sama saya.” Jawab temannya sambil cengengesan. “ Hus! Ngaco kamu! Orang meninggal koq dibecandain! Mau kamu diikutin dia?!” Ujar si pengemudi dengan nada kesal. “Amit-amit! Becanda, Sep! Kamu jangan nakutin.” Temannya celingukan lalu kemudian memeluk erat si pengemudi motor.

Syaiful hanya diam mendengar apa yang dibicarakan keduanya sambil menyimpulkan apa yang terjadi dekat jembatan tadi. Begitu juga dengan gadis yang diboncengnya, sepertinya diam-diam dia juga menyimak percakapan mereka. “Habis belokan di depan itu jalan sekar kan, Neng?” Syaiful mencoba mencairkan suasana. “Iya, Kang.” Jawab si gadis pendek. “Oh iya, Kang. Makasih ya udah nganterin saya.” Kembali si gadis berkata. Belum sempat menjawab saat itu lampu merah sudah berubah hijau, Syaiful segera menjalankan lagi sepeda motornya. Sesampainya di sebuah belokan yang tadi ditunjuknya disana memang terlihat ada sebuah jalan kecil. Di pinggirnya terdapat plang dengan tulisan “Jalan Sekar”. Syaiful mengehentikan kendaraannya dan hendak bertanya pada si gadis. Namun alangkah terkejutnya dia sewaktu berpaling ke belakang ternyata gadis yang diboncengnya sudah tidak ada. “Astagfirullah, koq dia menghilang. Mustahil dia terjatuh dan tertinggal kan.” Ucapnya dalam hati sambil memperhatikan ke arah lampu merah tempat sebelumnya dia berhenti. Sejenak Syaiful terpaku di tempatnya berdiri. Hatinya diselimuti berbagai pertanyaan. “Waduh, jangan-jangan gadis yang barusan itu adalah orang yang sama dengan...” Syaiful tidak meneruskan perkataannya. Kabut tipis tiba-tiba menutupi tempat itu membuat perasaan Syaiful makin tak karuan. Segera dia menaiki sepeda motornya kemudian menyalakannya lalu melaju dengan cepat meninggalkan tempat itu, menghilang di balik kabut yang semakin pekat.

Keesokan harinya surat kabar dan berita televisi dihebohkan dengan kasus tabrak lari yang melibatkan sebuah truk yang kemudian melarikan diri dan sampai saat ini masih diselidiki oleh polisi. Dalam kronologi kejadian dikatakan bahwa truk yang dikemudikan secara ugal-ugalan tersebut menabrak seorang wanita penyebrang jalan yang diduga baru saja pulang dari pekerjaannya. Dilaporkan juga bahwa sebelumnya truk itu juga menabrak seorang tukang ojek yang mengakibatkan korban langsung meninggal di tempat di perempatan lampu merah yang berada beberapa ratus meter sebelum tikungan tersebut.



- End -

Copyright © / CreepyBaka!

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger