FYP

Dengan penuh kekesalan Susan melempar handphonenya yang masih menyala ke atas tempat tidur. Layarnya nampak menampilkan video seorang gadis yang sedang menari mengikuti irama musik di sebuah platform social media bernama TikTak yang memang akhir-akhir ini sedang populer dikalangan masyarakat baik tua maupun muda.

Raut wajah Susan terlihat cemberut sambil memandangi dirinya sendiri di depan cermin. Dia merasa kesal hanya karena teman sekelasnya yang bernama Nia lebih populer di TikTak daripada dirinya, bahkan hampir semua orang disekolahnya kini mengenal Nia berkat kepopuleran akunnya tersebut. Seringkali video-videonya mendapat like ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan. Tak jarang Nia juga mendapat endorse dari beberapa brand lokal yang membuat Susan semakin iri dengannya. Semua itu tentu saja karena followers Nia yang sudah mencapai angka lima ratus ribu lebih. Berbeda jauh dengannya yang hanya memiliki followers dua ribu.

Setelah terdiam beberapa saat diapun mengambil kembali handphonenya yang tergeletak. Dibukanya halaman profil milik Nia sembari memperhatikan beberapa video milik Nia yang menjadi trending. Susan pun mulai berpikir bahwa mungkin cara termudah agar dia bisa sepopuler Nia adalah dengan meniru video-video miliknya. Setelah dipikirnya itu adalah cara terbaik maka mulailah dia mempelajari gerakan sebuah tarian di postingan Nia dan ketika dirasa sudah cukup bagus maka diapun segera mengunggahnya.

Beberapa jam kemudian dengan hati tak sabar Susan segera mengecek akun TikTak miliknya. Hanya ada 20 like dan bahkan tak ada yang berkomentar satupun. Dengan hati dongkol segera dihapusnya lagi postingan tersebut. Lalu dia membuat video yang lain dan mengunggahnya. Tak puas dia juga coba meniru video milik Nia dengan tema berbeda. Hingga keesokan paginya ketika dia bangun dari tidurnya hal yang pertama dia lakukan adalah mengecek akun TikTak nya. Betapa kesalnya dia sewaktu melihat hasil postingan semalam tak ada satupun yang berhasil masuk FYP (for your page, istilah untuk postingan yang trending). Saking kesalnya bahkan dia sampai melewatkan sarapan paginya sebelum berangkat sekolah.

Ambisinya untuk menyaingi Nia sebagai pemilik akun TikTak populer di sekolahnya semakin hari semakin menjadi. Kini dia mulai meniru cara berpakaian Nia, memotong rambut dengan gaya yang sama bahkan membeli aksesoris yang sama. Teman-temannya yang lain mulai membicarakan Susan dibelakang karena mereka tahu semakin hari perubahan penampilan Susan secara terang-terangan selalu meniru apa yang dilakukan Nia.

Suatu pagi, Nia tidak masuk sekolah. Di hari yang sama Susan juga tidak masuk sekolah tanpa adanya keterangan sama sekali. Sampai salah satu teman sekelasnya dibuat terkejut dengan salah satu postingan akun TikTak yang disukai lebih dari satu juta orang dan memiliki ribuan komentar. Akun tersebut ternyata milik Susan. Namun yang terlihat sedang menari-nari sambil sesekali tertawa di video itu justru adalah Nia. Hanya saja, wajahnya terlihat sedikit aneh. Kulitnya terlihat pucat. Dibeberapa bagian terlihat kencang dibagian lain terlihat keriput. Nia seperti sedang memakai sebuah topeng.





( End )

Copyright © / CreepyBaka!

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger